Postingan

Nilai Plus Berjamaah

Gambar
JAMAK Suatu hari ada seorang yang datang ketempat pak bupati untuk mengajukan sesuatu. La, bagaimana permintaannya dipenuhi, lha wong ditemui saja tidak. Pak  Bupati tidak berniat mencuekan. Tapi kondisi. Entah karena sibuk atau ada urusan diluar. Tiga hari berikutnya ada rombongan orang yang juga datang pak bupati tersebut. Dan mereka ditemui. Mungkin karena yang bertamu itu orang banyak, walaupun sibuk pasti tidak enak hati untuk mengecewakan mereka. Mencuekan tamu banyak lebih tidak enak hati dari pada mencuekan hanya satu dua orang. Maksudnya, yang datang rombongan akan lebih berpeluang diterima dan perkenankan permintaannya dari pada yang sendirian. Itu menunjukan bahwa rombongan itu memiliki nilai plus. Seperti itu juga halnya dengan ibadah. Ibadah-ibadah seperti sholat, zikir, doa, istighosah atau yang dilakukan secara rombongan atau berjamaah akan lebih berpeluang untuk diqobul oleh Allah SWT. Walaupun "wa may ya'mal mitsqola dzarrotin khoiroy yaroh" Allah SWT a...

TIRAKAT

Gambar
"Lop, wit cecek ora bakal uwoh duren. Nek pingin ngubah nasib kudune wani tirakat. Uler biso berubah dadi kupu asale tirakat" Kurang lebih seperti itulah pangendikan Kyaiku Setiap manusia pasti mendapati minimal 10 persen gen orang tuanya. Itu kalau kehidupannya terpisah dengan orang tua mereka. Kalau hidub bersama, mungkin kesamaannya sampai 80%, dan yang lain faktor pengaruh lingkungab sekitarnya. Beruntung kalau gen orang tua kita gen unggulan. Orang tua kita kyai besar atau orang-orang genius. Kita berpeluang besar bisa seperti mereka. Lha kalau orang tua kita gen-gen kurang bermutu ?, ya kemungkinan besar kita akan sama seperti mereka. Tapi Allah SWT. Maha adil. Siapapun bisa menjadi apapun. Kita bisa menjadi orang-orang unggulan seperti mereka. "Benarkah ?" Lha aku wong bodo, mlarat, ora begus. Opo biso ? "Bukannya ulat bisa berubah menjadi kupu ? Kuncinya adalah tirakat. Panjenengan harus berani melewati kepahitan jika ingin merasakan kemanisan....

Adab diatas Ilmu

Gambar
ADAB diatas ILMU Ketika Aku terlambat berangkat, Kyaiku berkata : "Adab kuwi neng duwure ilmu lop. Pak pintero sepiro nek ora nduwe adab, muspro" "Adab itu diatas ilmu lop, mau pintar seberapa kalau tidak mempunyai adab, sia-sia" Papar Kyaiku       Ya memang demikian. Inti kita memperdalam ilmu kan agar kita semakin beradab, penuh sopan santun, penuh tata krama, ya kan ? Sekarang, dunia, khususnya indonesia tidak lagi kekurangan orang pintar. Orang-orang pintar sudah menumpuk dimana-mana. Yang dibutuhkan dunia saat ini terutama indonesia adalah orang yang benar, beradab, berakhlak. Karena sekarang banyak orang pinter yang malah ujung-ujungnya keblinger. Mereka krisis moral, kiris tata krama. Sehingga mereka mudah tergiur dengan hal-hal yang tidak senonoh, suap, korupsi dan tindakan kriminal halus lainnya. Ini realita. Apakah kita membutuhkan lagi orang-orang seperti ini ? Boro-boro, malah semoga saja dikurangin populasinya.        Bukankah R...

Anak itu seperti Kanvas

Gambar
Fitrah "Kullu mauludin yuladu 'alal fitrohfitroh" Begitulah bunyi hadist nabi  "setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah"Maa huwa fitrah ? Hiya fitrotul islam wa fitrotul haqq. Yaitu dalam kesucian islam dan kesucian kebenaran.       Setiap anak dilahirkan dalam kesucian, kebenaran. Semuannya tidak terkecuali,termasuk anak dari zina.Anak itu diibaratkan dengan kanvas yang putih bersih. Nah, orang tualah yang berkeharusan untuk memulas kanvas tersebut.                        Corak anak tergantung pada orang tuanya. Apakah mereka memulas dengan akhlak-akhlak karimah atau malah akhlak sayyiah. Maka, sebelum menikah, menjadi keharusan bagi tiap-tiap calon orang tua untuk belajar membubuhkan kuas pada lembaran-lembaran kanvas putih mereka. Belajar memperdalam seni, moral, religi dan spiritual agar tidak kaku saat peluit sudah berbunyi.               ...